You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Desa Karangsewu

Kec. Galur, Kab. KULON PROGO, Prov. DI Yogyakarta
Info

Pasar Lelang Jadi Pengendali Harga Cabai di Pasaran


Karangsewu-kulonprogo.desa.id-Keberadaan pasar lelang menjadi salah satu bantuan bagi para petani cabai di Kabupaten Kulon Progo. Pasalnya, pasar lelang membantu menyetabilkan harga jual cabai di pasaran.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo, Aris Nugraha. Dikatakan olehnya, hingga saat ini, setidaknya terdapat 27 pasar lelang di Kulon Progo yang dibangun oleh pemerintah.

 

"Pasar lelang ini tentunya untuk memfasilitasi petani cabai di pesisir. Jadi harga cabai di tingkat petani tidak dipermainkan tengkulak," kata Aris, Rabu (20/11/2019).

 

 

Pemerintah, lanjut Aris, berharap semangat petani untuk memelihara tanaman cabai semakin meningkat. Terlebih kini para petani tak perlu terlalu khawatir soal permainan harga yang dilakukan oleh tengkulak. 

 

"Lahan pertanian pesisir sangat produktif. Dari 3,5 ribu ton hasil panen cabai, 80 persen di antaranya disumbang oleh panen lahan pesisir," sambung Aris.

 

Ketua Kelompok Tani Jangkan Wetan, Pedukuhan II Garongan, Kecamatan Panjatan, Burhan, mengatakan harga cabai merah kali ini tergolong normal. Tidak terlalu tinggi pun juga tidak rendah, sehingga tak ada kekhawatiran petani bakal merugi.

Dari informasi yang diperoleh Burhan, harga di dusunnya hampir sama dengan harga yang ditentukan di tempat lain, misalnya di area pertanian cabai di kawasan Pantai Trisik, Kecamatan Galur. Menurutnya harga di sana tak jauh dari kisaran Rp 16 ribu per kilogram.

Dikatakan olehnya, luas lahan pertanian yang dikelola kelompoknya mencapai 30 hektar. Terdiri dari 15 hektar di tegalan dan sisanya di pesisir pantai. Lahan yang digarap oleh sedikitnya 100 petani itu tidak seluruhnya ditanami cabai, namun ditanami pula komoditas lainnya seperti melon dan semangka.

 

"Kalau pas Maret lalu semuanya ke cabai, tapi kalau panen bulan ini beda-beda, ada yang melon dan semangka, rata-rata untuk melon dan semangka itu di wilayah pesisir, kalau yang tegalan seluruhnya untuk cabai," ucapnya.

 

Adapun di masa panen kali ini, tiap petani dapat menghasilkan lima kwintal cabai merah. Hasil ini tergantung luas lahan yang dikelola mereka. Makin luas maka hasilnya makin banyak. Sebagian hasil panen itu ada yang dijual lewat pasar lelang, sebagian lagi langsung dijual ke tengkulak.

sumber : https://kulonprogo.sorot.co/berita-7719-pasar-lelang-jadi-pengendali-harga-cabai-di-pasaran.html

Bagikan artikel ini: